Info&tanya jawab

Senin, 15 Juni 2026

Tarif Tiket Paling Terjangkau, KM Putra Wailebe Dipadati Penumpang di Pelabuhan Wailebe

Foto: Roman Lamablawa
Wailebe – Kapal motor KM Putra Wailebe yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Desa Wailebe, Kecamatan Wotan Ulumado, mengalami lonjakan jumlah penumpang. Ramainya pengguna jasa transportasi laut ini dipengaruhi oleh tarif tiket yang dinilai paling terjangkau dibandingkan dua jalur penyeberangan lainnya di wilayah tersebut.
Setiap hari, pelabuhan dipenuhi warga yang hendak menyeberang untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas perdagangan, pekerjaan, pendidikan, hingga urusan keluarga. Banyak penumpang memilih menggunakan KM Putra Wailebe karena selain tarifnya lebih ekonomis, layanan ini juga menjadi salah satu moda transportasi penting yang menghubungkan masyarakat antarwilayah.

Kamis, 30 Oktober 2025

Ketua PKK Flores Timur Pantau Kegiatan Petani Hidroponik Dampingan YASNURIH

Foto: Bung Langsi
Ketua PKK Flores Timur Heide Dihen datangi kelompok petani hidroponik di desa Wailebe. Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Penjabat Kepala desa Wailebe Aloysius Tobi dan Pimpinan Yayasan Nusa Lestari Hijau (YASNURIH), Liberius Langsinus. Kunjungan tersebut dilangsungkan dalam rangka memantau aktivitas proses produksi di kebun hidroponik dan melihat dampaknya bagi perekonomian petani serta produktivitasnya dalam memenuhi kebutuhan pangan setempat.

Kebun hidroponik desa Wailebe merupakan pola kerjasama antara Kelompok Ketahanan Pangan Desa Wailebe dengan YASNURIH. Terhitung satu bulan lebih sudah 3 kali panen Kangkung dan 2 kali panen sawi. Permintaan sayuran hidroponik melebihi kapasitas produksi.

Pimpinan YASNURIH Liberius Langsinus di hadapan Ketua PKK Flores Timur mengungkapkan, teknologi pertanian ini diterapkan atas kerjasama spesialis Hidroponik Ello Lamanepa, Penjabat Kepala Desa Wailebe Aloysius Tobi dan semua anggota kelompok Ketahanan Pangan Desa Wailebe. Dari program yang sudah berjalan setahun terakhir ini, ungkapnya, telah berdampak yakni adanya suplai sayuran konsisten, pendapatan petani dan juga nilai edukasi, yakni kelompok sudah bisa mandiri. Yayasan yang bergiat di bidang teknologi pertanian ini pun siap mendampingi kelompok serupa di desa-desa lain.

Sementara itu, di sisi finansial, ungkap Langsinus, kelompok membentuk sistem SILC ( Saving and Internal Lending Communities). SILC beranggotakan kelompok ketahanan pangan desa agar pemasaran, keuangan operasional hidroponik dan kesejahteraan anggota dikelola secara terpadu. (Teks: Langsi, Edit: Simpet)